Senin, 12 Agustus 2019

F. Cara Mengoptimalkan Gambar untuk Website



Seperti yang disampaikan sebelumnya, gambar berformat raster perlu dioptimalisasi sebelum diunggah ke website. Ini bisa dilakukan dengan memperkecil resolusi gambar atau dengan mengurangi ukuran file gambar itu sendiri.


Jika Anda terlanjur mengunggah gambar tanpa optimasi, maka Anda perlu mengecek ulang gambar mana yang perlu diganti. Untuk itu, Anda bisa menggunakan GTMetrix atau Google PageSpeed Insights. Cukup masukkan alamat website, tunggu sebentar, dan daftar gambar yang kurang optimal akan keluar. 


Di bawah ini adalah tampilan hasil analisis website Niagahoster oleh GTMetrix.
Setelah mengetahui gambar apa saja yang perlu dioptimalkan, Anda bisa memilih salah satu dari beberapa cara optimasi gambar berikut:
  • Microsoft Paint
  • Media Library WordPress
  • Kompres gambar via online
  • Smush Image Compression and Optimization
Ketiganya akan dijelaskan dengan lebih lengkap, sebagai berikut.

1. Microsoft Paint

Microsoft Paint adalah software paling versatile yang pernah ada. Program ini selalu ada di komputer berbasis operating system Windows. Lebih baik lagi, karena Anda bisa menggunakannya untuk mengoptimalkan gambar di website.

Setelah mengetahui gambar mana yang perlu dioptimalkan, Anda hanya perlu membuka gambar tersebut di program Paint. 



Lalu, pilih Resize di bagian tab Home. Klik pilihan pixel dan masukkan resolusi yang diinginkan atau sesuai dengan rekomendasi GT Metrix. 

Setelah itu unggah gambar yang sudah diubah ke website untuk menggantikan gambar yang kurang optimal.

2. Media Library WordPress

Mengoptimasi gambar di software offline mungkin dianggap kurang efisien. Anda perlu berulang kali mengunggah untuk menggantikan gambar yang kurang pas. Jika Anda sepakat dengan pikiran ini, mungkin Anda perlu mengoptimasi gambar langsung dari Media Library di WordPress.

Anda hanya cukup membuka tab Media di Dashboard WordPress. Lalu klik dua kali di gambar yang diinginkan dan klik pilihan Edit Image di bawah gambar. 



Anda akan mendapati tampilan seperti di atas. 

Di bagian ini, Anda bisa memotong (crop) gambar sesuai dengan keinginan. Caranya dengan mengklik tombol paling kiri di bagian atas gambar. Anda bisa juga hanya mengurangi resolusi gambar dengan memasukkan angka dan mengklik tombol Scale.



Anda juga bisa mengatur di mana saja perubahan ini ditampilkan: semua ukuran gambar, thumbnail saja, atau semua gambar kecuali thumbnail.

3. Kompres gambar via online

Terkadang, optimasi gambar bukan sekedar memperkecil resolusi gambar. Ketika dilakukan pun, masih ada kemungkinan gambar memiliki ukuran file yang besar. Itu artinya, Anda perlu melakukan langkah tambahan, yaitu mengkompres gambar. Gambar pada umumnya memiliki metadata yang tersembunyi. Metadata ini memuat informasi tambahan seputar jarak fokus kamera, profil warna, serta lokasi dan waktu pengambilan gambar. 

Informasi ini hanya penting bagi fotografer. Bagi pengguna lain, informasi ini hanya akan menambah ukuran file tanpa efek yang signifikan. Maka dari itu, lebih baik metadata ini dihapus.

Untuk menghapusnya, Anda bisa menggunakan berbagai pilihan kompresi gambar yang tersedia online. Akan tetapi, dari segi efektivitas dan user interface kami merekomendasikan Anda untuk memakai TinyPNG atau TinyJPG. Cukup unggah gambar yang diperlukan, biarkan software bekerja sejenak, dan Anda tinggal unduh ulang gambar yang sudah selesai dioptimasi. Demi menghemat waktu Anda bisa mengunggah maksimal 20 gambar sekaligus.

4. Smush Image Compression and Optimization


Smush adalah plugin WordPress yang mempermudah optimasi gambar di website. Plugin ini mampu mengoptimasi gambar tanpa mengorbankan kualitas gambar itu sendiri. 
Anda juga tak perlu khawatir dengan gambar yang Anda unggah di web. Karena dengan sekali aktivasi, plugin ini secara otomatis mengoptimalkan gambar Anda sesuai pengaturan. Dengan fitur Bulk Smush, Anda juga bisa mengoptimasi 50 gambar sekaligus.
Selain itu, Smush juga mampu menunjukkan gambar-gambar spesifik yang perlu dioptimasi. Untuk mengaktifkan fitur ini, Anda cukup menggeser pilihan Detect and show incorrectly sized images hingga berwarna biru.



Setelah fitur tersebut aktif, Anda bisa mengevaluasi gambar di web Anda secara live. 



Fitur tersebut akan memunculkan notifikasi berwarna kuning. Jika diklik, terdapat rekomendasi optimasi gambar beserta ukurannya. Anda bisa mengganti resolusi gambar secara manual dengan cara-cara yang disebutkan sebelumnya.
Namun, jika Anda memiliki Smush Pro, plugin ini akan mengoptimasi gambar secara otomatis.

Kesimpulan

Gambar bukanlah elemen remeh dalam website. Gambar yang kurang tepat bisa memperlambat waktu loading website. Akibatnya, Anda bisa kehilangan ranking di mesin pencarian, kehilangan pengunjung dalam sekejap, bahkan kehilangan transaksi dari calon pelanggan. 
Untuk itu Anda perlu menggunakan format gambar yang tepat di website. Berikut contekannya:
  • GIFs  cocok untuk menambahkan animasi singkat, cara menarik untuk mengambil perhatian pembaca web.
  • JPEG / JPG  pas untuk ilustrasi yang kaya warna.
  • PNG  pilihan yang tepat untuk menampilkan logo, screenshot yang detail dan tipografi.

Selain memperhatikan format gambar, Anda juga perlu mengoptimasi gambar untuk hasil yang lebih maksimal. Pada prinsipnya, ada dua cara untuk optimasi gambar: mengubah resolusi dan mengkompresi gambar.