Senin, 12 Agustus 2019

E.   Jenis-jenis Format Gambar untuk Website

Terdapat berbagai macam format gambar untuk website. Di bawah ini, kami membahas macam-macam format gambar yang banyak digunakan di website.


1. Vektor

Vektor adalah jenis grafis yang dibuat dari sambungan garis atau kurva. Sambungan ini kemudian membentuk berbagai bentuk seperti poligon atau bangun segi-n. 
Jenis gambar yang satu ini sangat fleksibel. Ia tidak akan kehilangan kualitas dan ketajaman gambar, meskipun diperbesar sekian kali lipat. Vektor juga sangat mudah diedit dan memiliki ukuran file yang cukup kecil. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi grafik desainer.
Meski begitu, vektor tidak bisa digunakan langsung di web. Hal ini karena format vektor tidak mampu menjaga konsistensinya di berbagai jenis mesin pencari. Untuk dapat digunakan, grafik vektor perlu diubah dalam format raster.


2. Raster

Raster adalah grafik yang dibuat dari kumpulan kotak membentuk pixel. Berbeda dengan vektor, raster cukup konsisten dilihat dari berbagai mesin pencarian. Itu mengapa Anda pasti familiar dengan turunan dari format gambar ini.
Meski konsisten dilihat, gambar raster perlu dioptimasi untuk web. Ini karena gambar raster cenderung memiliki ukuran file yang besar. Sesuatu hal yang perlu dihindari jika tak ingin performa website menurun.
Berikut adalah macam-macam format turunan dari raster.


3. GIF

Graphic Interchange Format atau GIF (baca: JIF) adalah format gambar yang cukup populer. Format ini terdiri dari 8-bit per pixel atau terbatas pada 256 warna dalam satu gambar. Dengan warna yang terbatas, format ini kurang cocok untuk menampilkan visual yang detail. Sebagai gantinya, format ini sering dipakai memunculkan animasi singkat di website.


4. JPEG / JPG

JPEG atau Joint Photographic Experts Group adalah format yang paling umum dipakai. Gambar berformat JPEG dipakai oleh 72,5%website di seluruh dunia. Format gambar ini mampu menampilkan berbagai warna dan gradient. Bisa dikatakan format ini mampu menampilkan ilustrasi visual dengan cukup detail. 
Selain itu, format JPEG cukup terkenal karena dapat dikompresi. Cara ini digunakan untuk mengecilkan ukuran file dengan sedikit mempengaruhi kualitas gambar. Meski begitu, disarankan untuk tidak menggunakan format JPEG untuk gambar yang sangat detail seperti desain tipografi. Karena kemungkinan besar detail tersebut akan menjadi blur.
Kekurangan lain dari JPEG adalah tidak mampu memuat latar belakang transparan.


5. PNG

PNG atau Portable Network Graphics adalah yang memiliki lossless compression. Artinya, meski gambar dikompresi, kualitasnya tetap mendekati gambar sebelum dikompresi. Karenanya format ini cocok dimanfaatkan untuk menampilkan gambar yang detail seperti logo, tipografi, screenshot tulisan, dan sebagainya.
Format gambar PNG juga mendukung latar belakang transparan. Hal ini cocok dimanfaatkan untuk membuat logo.